Jakarta -
Kalau sup buntut atau nasi bakar mungkin sudah biasa. Yang satu ini buntut sapi diberi bumbu komplet dan diselipkan dalam adonan nasi yang gurih lalu dibakar. Tentu saja rasa gurihnya makin kuat terasa diiringi rasa pedas yang menggigit. Makin enak disantap dengan sambal dan lalapan saegar!
Bahan : 150 ml santan (sesuaikan dengan jenis beras) 150 ml kaldu 150 g beras pulen, cuci, tiriskan 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai, memarkan 1 sdm minyak sayur 150 g buntut sapi, rebus hingga empuk daun pisang Haluskan: 2 siung bawang putih 3 butir bawang merah 2 buah cabai merah 1 cm kunyit 1/4 sdt pala bubuk 1/4 sdt ketumbar 1/2 sdt garam Cara membuat:
Didihkan santan, kaldu, daun salam, daun jeruk dan serai.
Masukkan beras, aduk-aduk hingga cairan habis. Angkat.
Kukus dalam kukusan panas hingga matang. Angkat.
Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan daging buntut, aduk hingga bumbu meresap. Angkat.
Ambil selembar daun pisang, ratakan nasi di atasnya.
Taruh daging buntut berbumbu di tengahnya. Gulung hingga rapi dan padat. Semat kedua ujungnya.
Bakar di atas bara api hingga daun pisangnya agak kering. Angkat.
Sajikan hangat dengan sambal dan lalap sayuran segar.
Palembang bukan hanya terkenal akan pempeknya. Di kota ini, pindang yang terbuat dari ikan dengan kuah asam-asam pedas juga sangat populer. Buktinya rumah makan Pindang Meranjat ini tak pernah sepi pengunjung.